KH. Kholil Bangkalan. KH. Hasyim Asy`ari. 2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pondok Pesantren Walau sudah menikah, KH. Abdul Karim masih nyantri di Tebuireng. Setengah tahun kemudian, karena sebagai suami, dia akhirnya bermukim di Banjarmlati mendampingi sang istri. Satu tahun kemudian, lahir seorang putri pertama, Hannah (1909) dan KH. Tengku Sa’di Guru Sunan Gunung Jati di Samudera Pasai. Bali. Mbah Singaraja – Singaraja. Pangeran Mas Sepuh (Raden Amangkuningrat) Keramat Pantai Seseh. Dewi Khodijah (Ratu Ayu Anak Agung Rai) – Keramat Pamecutan Jalan Batu Karu Pamecutan. Pangeran Sosrodiningrat Senopati – Ubung Dekat terminal bus Denpasar. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi, ternyata bisa dilakukan oleh Kiai Kholil dan hal ini menunjukkan bahwa beliau memang benar-benar dikarunia sejumlah karomah yang luar biasa. Lihat Muhammad Rifa’i, KH. M. Kholil Bangkalan: Biografi Singkat 1835-1925, (Yogyakarta: Garasi, 2010), 105. Kala itu, almaghfurlah KH Kholil Yasin, pengasuh pondok pesantren Kepang Bangkalan yang juga cucu dari Mbah Kholil mengerahkan para santri untuk mengeruk lumpur, membabat ilalang, membuang rawa di titik sumber mata air Kolla Al Asror. “Saat itu saya masih SD kelas IV, belum ada rumah di sekitar sini karena memang hutan di pesisir pantai." Beberapa murid Syaikhona Muhammad Kholil yang menjadi ulama masyhur di Indonesia antara lain Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH R As'ad Syamsul Arifin. Bahkan, ketiga murid Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan ini dianugerahi gelar pahlawan nasional. Lantas seperti apakah sosok Syaikhona Muhammad Kholil sebenarnya? Di desa Langgundih, Keramat, Bangkalan , adalah seorang Kiai berbangsa Sayyid bernama Asror bin Abdullah bin Ali Al-Akbar bin Sulaiman Basyaiban. Ibu Sayyid Sulaiman adalah Syarifah Khadijah binti Hasanuddin bin Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Beliau dikenal dengan “Kiai Asror Keramat”, dinisbatkan pada kampung beliau. ZDzMu.

silsilah kh kholil yasin bangkalan