1) Murid/salik harus takzim pada Guru Mursyidnya. Dia harus meyakini bahwa dengan perantaraan bimbingan dari guru mursyidnya inilah dia bisa mencapai wushul pada Allah. Salik tidak boleh menoleh pada guru mursyid lain kecuali memang mendapatkan perintah atau ijin langsung dari guru mursyidnya yang pertama. AdabSopan Santun Kepada Guru Sempurnanya Nikmat Seorang Murid terhadap Gurunya dengan melalui bimbingan seorang guru mursyid yang khusus yang sudah istiqamah menetapi semua syarat-syaratnya menuju maqom hakikat. Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumudin membuat sistematika maqamat dengan taubat - sabar - faqir - zuhud - tawakal - mahabbah AdabMurid Pada Guru Mursyid Adab murid yang harus diperhatikan terhadap gurunya sebenarnya banyak sekali, tetapi yang terutama dan KH Drs HM Sobron Zayyan MA: Ponpes Al Qur-aniyah Layaknya Ponpes Modern. Dalam waktu dekat, insya Allah Pondok Pesantren Al Qur-aniyah Ceger Pd Aren Tangerang akan mendirikan SMU. Karena 1-2 tahun Bagipara penuntut ilmu / murid , silahkan berkhidmat sesuai porsi dan kapasitas serta caranya masing-masing . Disamping berkhidmat , seorang yang ingin meraih keberkahan hidup harus bisa menjaga adab terhadap Gurunya . Belajar thoriqoh itu belajar agar kita mampu beradab . Adab zhohir dan adab bathin . Memuliakanahli ilmu (guru atau ulama). 10. Berpegang teguh kepada Alquran dan Hadis, 11. Meneliti dan keuletan, 12. Bersungguh-sungguh dalam memahami Alquran dan Hadis. Sebagai pendidik yang beriman dan didasari nilai-nilai agama, Guru yang baik diharapkan mempunyai cinta dan kasih sayang kepada murid-murid dengan dibekali 12 kriteria di atas. Perananguru membentuk kesejahteraan murid-murid. By. admin. -. 17 May 2022. Guru kelas mula mengajar anak murid mereka pada hari pertama sesi persekolahan Penggal 1, Kalender Akademik Sesi 2022/2023 ketika tinjauan lensa Malaysia Gazette di Sekolah Kebangsaan Pandan Perdana, Kuala Lumpur. Foto HAZROL ZAINAL, 21 MAC 2022. 8qtjOg2. Home Tausyiah Jum'at, 26 November 2021 - 1345 WIBloading... Memuliakan dan menghormati guru adalah salah satu adab dalam menuntut ilmu. Foto/Ist A A A Islam sangat memuliakan ilmu sehingga para guru atau Mu'allim wajib kita hormati dan muliakan. Selain menghormati guru, seorang murid juga harus menjunjung tinggi adab kepada gurunya. Bertepatan dengan Hari guru yang diperingati setiap tanggal 25 November 2021, sepatutnya kita mendoakan guru-guru yang pernah mengajarkan kebaikan kepada kita. Berikut 12 adab murid kepada guru. Adab-adab murid ini dinukil dari Kitab Mabadi issuluk Fi Ma'rifati 'Alaqatil Abdil Mamluk Ma'al Malikil Muluk karya Sayyidil Habib Abu Bakar Al-'Adny Bin Ali ุงูŽู†ู’ ูŠูŽุจู’ุฏูŽุฃูŽู‡ู ุจูุงู„ุชู‘ูŽุญููŠู‘ูŽุฉู ูˆูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู1. Hendaknya sang murid memulai terlebih dahulu sapaan dengan sapaan yang agung dan salam kepada sang guru.ูข . ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ูŽู„ู‘ูู„ูŽ ุงู„ูƒูŽู„ูŽุงู…ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุงูู„ู‘ูŽุง ู„ูุถูŽุฑููˆุฑูŽุฉู2. Sedikit berbicara di hadapannya kecuali dalam keadaan . ุฃูŽู„ู‘ูŽุง ูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฌูŽูˆูŽุงุจุงู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูุณู’ุชูŽุงุฐูู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ูŽู‡ู3. Tidak membicarakan hal yang tidak pantas kecuali jawaban atas apa yang ditanyakan oleh gurunya jika . ุฃูŽู„ู‘ูŽุง ูŠูŽุณุฃูŽู„ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูู†ูŽ ุจูุฃูŽุฏูŽุจู4. Tidak serta merta langsung bertanya kecuali sampai dengan telah diizinkanya dengan penuh sopan . ุฃูŽู„ู‘ูŽุง ูŠูุนูŽุงุฑูุถูู‡ู ูˆูŽ ู„ูŽุง ูŠูุดููŠู’ุฑู ุจูุฎูู„ูŽุงูู ุฑูŽุฃู’ูŠูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุตูŽุงุฏูู‚ู‹ุง 5. Tidak mendebatnya dan juga tidak memperlihatkan isyarat pertentangan terhadap pendapat sang guru walaupun hal tersebut adalah benar adanya dan pandangan guru tersebut adalah salah.ูฆ . ุฃูŽู„ู‘ูŽุง ูŠูู†ูŽุงุฌููŠ ุฌูŽู„ููŠู’ุณูŽู‡ู ูููŠู’ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู Tidak berbisik apa lagi ngobrol dengan yang hadir pada saat majelis guru . ุฃูŽู„ู‘ูŽุง ูŠูŽุชูŽู„ูŽูู‘ูŽุชูŽ ุงูู„ูŽู‰ ุฌูู‡ูŽุฉู ุงู„ูŠูŽู…ููŠู’ู†ู ุฃูŽูˆู ุงู„ุดู‘ูู…ูŽุงู„ู 7. Tidak memalingkan diri ke kiri atau ke kanan dari pandangannya.ูจ. ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููู‘ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ูƒูŽู„ูŽุงู…ู ู…ูŽุนูŽู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุธู’ู‡ูŽุฑูŽ ู…ูŽู„ูŽุงู„ูŽู‡ู8. Mencukupkan suatu pembicaraan pada saat nampak kejenuhan pada sang . ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู…ูŽ ู‚ูŽุงู…ูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุชู’ุจูŽุนูู‡ู 9. Jikalau sang guru berdiri, maka berdirilah juga dengannya dan tidak mengikutinya tidak mengurubunginya yang terlaluูกู  . ุฃูŽู„ู‘ูŽุง ูŠูุณููŠุกูŽ ุจูู‡ู ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ู…ูุดูŽุงู‡ูŽุฏูŽุฉู ู…ูŽุง ูŠูŽุนู’ุชูŽู‚ูุฏูู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูู’ุนุงู„ูู‡ู ุฎูŽุทูŽุฃ ุจูŽู„ู’ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ูู‡ู ุจูุฃูŽุฏูŽุจู ูˆูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽูู’ุณูุฑู ุนูŽู…ู‘ูŽุง ุฃูŽุดู’ูƒูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู 10. Tidak langsung berburuk sangka kepada suatu perbuatan sang guru yang disaksikan dimana perbuatan tersebut kita yaqini adalah salah. Akan tetapi kita bertanya terlebih dahulu dengan penuh sopan santun dan menafsirkan hal tersebut kepada yang baik apa-apa yang telah ุฃูŽู„ู‘ูŽุง ูŠูŽุบููŠุจูŽ ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุนูุฐู’ุฑู ุนูŽู†ู’ ู…ูŽุฌูŽุงู„ูุณู ุนูู„ู’ู…ูู‡ู11. Tidak ghoib absen atau tidak hadhir tanpa 'udzur pada majlis ilmunya sang ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูู’ุฑูุญูŽ ุจูู…ูŽุง ูŠููู’ุฑูุญูู‡ู ูˆูŽ ูŠูู†ู’ูƒูุฑู ู…ูŽุง ูŠูู†ู’ูƒูุฑูู‡ู 12. Ikut senang atas atas apa-apa yang disenangi oleh sang guru juga ikut tidak senang atas apa-apa yang tidak disenangi oleh sang Mabadi Issuluk Fi Ma'rifati 'Alaqatil Abdil Mamluk Ma'al Malikil Muluk karya Habib Abu Bakar Al-'Adny Bin Ali Al-MasyhurBaca Juga Bagaimana Adab Murid kepada Guru? Ini Kata Imam Al-Ghazalirhs adab murid kepada guru adab dan akhlak adab murid hari guru nasional Artikel Terkini More 27 menit yang lalu 27 menit yang lalu 48 menit yang lalu 55 menit yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu DALAM Islam, ternyata, bukan hanya murid terhadap guru, pun sebaliknya, guru terhadap murid pun, haruslah mempunyai budi pekerti, atau adab. Adab guru terhadap murid, sama pentingnya dengan adab murid kepada guru. Budi pekerti luhur atau Al-Akhlaq Al-Karimah dalam perspketif islam adalah salat satu misi pokok Nabi Muhammad SAW. Rasulullah ditugaskan Allah memperbaiki atau menyempurnakan akhlak mulia atau budi pekerti luhur. Budi pekerti adalah kesadaran perbuatan atau perilaku seseorang. Dari segi etimologi kata, Istilah budi pekerti adaah gabungan dari 2 kata yaitu budi dan pekerti. Arti kata budi sendiri adalah sadar,nalar,pikiran,watak. Sedangkan arti kata pekerti adalah perilaku, perbuatan, perangai, tabiat, watak, yang jika disimpulkan bahwa budi pekerti yaitu sesuatu yang berkaitan dengan karakter manusia baik dalam sifat maupun perbuatan, yang dilakukan dengan kesadaran. Penerapan budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari memberi pengaruh positif bagi lingkungan. Jika setiap individu menunjukkan perilaku baik maka di mata orang lain juga akan menilai orang tersebut sebagai orang yang baik, begitupun sebaliknya. Foto Arab News Perilaku yang baik ini ditunjukan dengan kebiasaan yang sederhana, misalnya dengan bersikap sopan, membiasakan diri dengan senyum dan sapa atau sering menggunakan kata tolong, maaf dan terima kasih. Pendidikan budi pekerti dilakukan sejak dini sangatlah penting, karena budi pekerti merupakan perilaku seseorang sehingga harus dididik dan ditanamkan dengan nilai-nilai budi pekerti yang luhur. BACA JUGA Kesaksian Anas bin Malik Atas Budi Pekerti Nabi Pendidikan budi pekerti ini sendiri memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah berusaha mencegah kejadian-kejadian yang sifatnya negatif, berusaha menanamkan sejak dini nilai-bilai norma dan luhur yang mulai berkurang dan juga untyuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat pemahaman Pendidikan budi pekerti. Salah satu Riwayat yang memberikan anjuran untuk mempunyai budi pekerti yang luhur ialah Hadist Riwayat Ahmad ุงูŽูƒู’ู…ูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู‹ุง ุงูŽุญู’ุณูŽู†ูู‡ูู…ู’ ุฎูู„ูู‚ู‹ุง Artinya โ€™Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik budi pekertinya Ahmad. Berdasarkan hadist diatas, ketika kita mengaku ingin meningkatkan dan menyempurnakan iman kepada Allah dan pada rukun-rukun iman yang lain maka hendaknya kitab isa terus menyempurnakan budi pekerti kita, seperti budi pekerti yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. Begitu juga dengan seorang guru ketika mengajar kepada muridnya harus memiliki budi pekerti. Inilah empat macam adab guru terhadap muridnya 1. Adab Guru terhadap Murid Hendaknya mengajar dan mendidik dengan berharap ridho Allah Ketika mengajar harus mempunyai maksud dan tujuan yang baik yaitu dengan mengharapkan ridho dari Allah SWT. Serta mempertahankan kebenaran dan keadilan dalam melestarikan kebaikan umat dengan memperbanyak para ilmuan, dan mengharapkan pahala dari orang yang menyelesaikan belajarnya dan mengharapkan barokahnya doโ€™a mereka kepadanya. Sesungguhnya mengajarkan ilmu itu termasuk perkara yang penting didalam agama dan derajat yang tinggi bagi orang-orang mukmin. 2. Adab Guru terhadap Murid Hendaknya seorang guru tidak mencegah untuk mengajar muridnya karena tidak ikhlasnya niat murid itu. Sesungguhnya bagusnya niat yang di harapkan dengan barokah ilmu. Sebagian Ulama salaf berkata โ€™Kami menuntut ilmu karena selain Allah, maka ilmu itu menolak kecuali karena Allahโ€™โ€™. Foto Abu Umar/Islampos Bahwasanya ilmu dapat diperoleh dengan niat karena Allah. Karena apabila niat yang ikhlas disyaratkan ketika mengajar para pemua, yang mana mereka sulit untuk ikhlas, maka hal itu akan menyebabkan hilangnya ilmu dari kebanyakan manusia. Akan tetapi seorang guru mengajarkan kepada para pemula dengan niat yang baik-baik secara pelan-pelan, baik ucapan atau perbuatan, dan memberi tahu kepadanya, bahwa sesungguhnya dengan bagusnya niat dia akan memperoleh derajat yang tinggi dari ilmu dan amal. Dan memperoleh anugerah yang baik, dan memperoleh berbagai macam hikmah dan terangnya hati dan lapangnya dada, dan mendapat kebaikan, dan bagusnya keadaan dan lurusnya ucapan, dan tingginya derajat di hari kiamat. 3. Adab Guru terhadap Murid Hendaknya menyukai mencari sesuatu ilmu sebagaimana yang telah tercantum dalam Hadist dan membenci sesuatu terhadapnya sebagaimana hadist membencinya. Seorang guru wajib bersungguh-sungguh dalam pencarian ilmu untuk menggauli para santri sebagaimana dia menggauli sesuatu pada anak-anaknya yang mulya dengan kasih sayang, berbuat baik, sabar atas keras kepala atas kurangnya sesuatu yang menimpanya dan tidak menjauhi/menyendiri dari pergaulan manusia. Apabila cara mengetahui kecerdasan mereka dengan isyarat saja maka tidak ada kebutuhan/gunanya dengan cara ibarat mencontohkan dan apabila belum paham juga kecuali dengan terangnya ibarat maka didatangkan cara itu tidak apa-apa. BACA JUGA Mengapa Akhlak Sangat Penting dalam Islam? 4. Adab Guru terhadap Murid Hendaknya mempermudah para santri menyampaikan materi dengan semudah mungkin dalam pengajarannya. Seorang guru wajib menyampaikan dengan tutur kata yang lembut dalam memberi kepahaman, apalagi santri itu keluarga sendiri. Tidak boleh menyimpan menyembunyikan bila ditanya sesuatu karena itu adalah bagian dari dirinya, karena terkadang hal-hal tersebut membingungkan dan membuat bimbang hati, dan berpaling nya hati dan menyebabkan kegelisahan/kegusaran. Imam bukhori sungguh-sungguh telah mengatakan dalam kitab Ar-Robbaniโ€™ โ€™Bahwasannya beliau dalam hal mendidik manusia dengan semudah-mudahnya kecilnya ilmu sebelum mengajarkan kepada mereka yang besar yang sulit. [] SUMBER EBOOK โ€™Adabul Alim Wal mutaโ€™alimโ€™โ€™ ADAB MURID TERHADAP GURU MURSYID ูก - ุงูŽู†ู’ ูŠููˆู’ู‚ูุฑูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑููŠู’ุฏู ุดูŽูŠู’ุฎูŽู‡ู ูˆูŽูŠูุนูŽุธูู‘ู…ูŽู‡ู ุธูŽุงู‡ูุฑู‹ุง ูˆูŽุจูŽุงุทูู†ู‹ุง ู…ูุนู’ุชูŽู‚ูุฏู‹ุง ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ุงูŽูŠูŽุญู’ุตูู„ู ู…ูŽู‚ู’ุตููˆู’ุฏูู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุนูŽู„ู‰ูฐ ูŠูŽุฏูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุชูŽุดูŽุชูŽู‘ุชูŽ ู†ูŽุธู’ุฑูู‡ู ุฅูู„ู‰ูŽ ุดูŽูŠู’ุฎู ุฃูŽุฎูŽุฑูŽ ุญูŽุฑูŽู…ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู ูˆูŽุงู†ู’ุณูŽุฏูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ููŽูŠู’ุถูMurid harus memulyakan dan mengagungkan Guru Mursyidnya lahir dan bathin, Meyaqinkan bahwa tidak akan berhasil tujuannya kecuali perantaraan berkahnya, Dan jika bermacam-macam keinginan hatinya kepada Guru Mursyid lain, maka tertutuplah berkah dari Guru Ke 2ูข - ุงูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ู…ูุณู’ุชูŽุณู’ู„ูู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ู‚ูŽุงุฏู‹ุง ุฑูŽุงุถููŠู‹ุง ุจูุชูŽุตูŽุฑูู‘ููŽุงุชู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ูŠูŽุฎู’ุฏูู…ูู‡ู ุจูุงู’ู„ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุฏูŽู†ู ู„ุฃูŽูู†ูŽู‘ ุฌูŽูˆู’ู‡ูŽุฑูŽุงู’ู„ุฅูุฑูŽุงุฏูŽุฉู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูŽุญูŽุจูŽู‘ุฉู ู„ุงูŽูŠูŽุชูŽุจูŽูŠูŽู‘ู†ู ุฅูู„ุงูŽู‘ุจูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุทูŽู‘ุฑููŠู’ู‚ู ูˆูŽูˆูŽุฒู’ู†ู ุงู„ุตูู‘ุฏู’ู‚ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูุฎู’ู„ุงูŽุตู ู„ุงูŽูŠูุนู’ู„ูŽู…ู ุฅูู„ุงูŽู‘ุจูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู’ู„ู…ููŠู’ุฒูŽุงู†ูHendaknya murid pasrah, patuh, dan ridlo dengan pengaturan Guru Mursyid, Siap mengabdi menyumbangkan harta dan mencurahkan tenaganya untuk Guru Mursyidnya, Karena bukti kehendak dan cintanya murid terhadap Guru Mursyid tidak bisa di buktikan kecuali dengan cara ini, kejujuran dan keikhlasan murid tidak bisa diketahui kecuali dengan ukuran Ke 3ูฃ - ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠูŽุนู’ุชูŽุฑูุถูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูููŠู’ู…ูŽุง ููŽุนูŽู„ูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ูƒูŽุงู†ูŽ ุธูŽุงู‡ูุฑูู‡ู ุญูŽุฑูŽุงู…ู‹ุง ูˆูŽู„ุงูŽูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ู„ูู…ูŽ ููŽุนูŽู„ู’ุชูŽ ูƒูŽุฐูŽุง ุŒ ู„ุฃูŽูู†ูŽู‘ ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู ู„ูู…ูŽ ู„ุงูŽูŠูŽูู’ู„ูŽุญู ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ู‚ูŽุฏู’ ุชูŽุตู’ุฏูุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ุตููˆู’ุฑูŽุฉูŒ ู…ูŽุฐู’ู…ููˆู’ู…ูŽุฉูŒ ููู‰ู’ ุงู„ุธูŽู‘ุงู‡ูุฑู ูˆูŽู‡ูู‰ูŽ ู…ูŽุญู’ู…ููˆู’ุฏูŽุฉูŒ ููู‰ู’ ุงู„ู’ุจูŽุงุทูู†ูTidak boleh menentang apa yang dilakukan oleh Guru Mursyid, sekalipun lahirnya kelihatan haram dan jangan protes kepada Guru Mursyid mengapa kamu lakukan begini ?, Sebab barang siapa protes kepada Guru Mursyidnya tidak akan beruntung selamanya. Terkadang Guru Mursyid melakukan perbuatan yang tercela pada lahir tapi terpuji pada Ke 4ูค - ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ู…ูุฑูŽุงุฏูู‡ู ุจูุงุฌู’ุชูู…ูŽุงุนูู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ุดูŽูŠู’ุฃู‹ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ุชูŽู‘ู‚ูŽุฑูู‘ุจู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ุงูŽู‘ Tujuan berguru dengan Mursyid semata-mata agar bisa Taqorrub / Mendekatkan diri kepada Alloh Ke 5ูฅ - ุงูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ู„ูุจูŽ ุงูุฎู’ุชููŠูŽุงุฑูŽ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู ุจูุงุฎู’ุชููŠูŽุงุฑู ุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู ููู‰ู’ ุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุงู’ู„ุฃูู…ููˆู’ุฑู ูƒูู„ููŠูŽุฉู‹ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฃูŽูˆู’ุฌูุฒู’ุฆููŠูŽุฉู‹ ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ุนูŽุงุฏูŽุฉ ู‹ุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุนูŽู„ุงูŽู…ูŽุฉู ุงู’ู„ู…ูุฑููŠู’ุฏู ุงู„ู’ุตูŽู‘ุงุฏูู‚ู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูˆู’ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู " ุงูุฏู’ุฎูู„ู’ ุงู„ุชูŽู‘ู†ูŽูˆูู‘ุฑูŽ " ุŒ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ Meninggalkan pilihan sendiri, melaksanakan dengan tunduk pilihan Guru Mursyid dalam segala urusan, secara keseluruhan maupun sebagian, urusan ibadah maupun kebiasaan. Dan tanda murid yang jujur, jika Guru Mursyid perintah "masuklah kedalam tungku" pawonan yang sedang menyala, dengan rela masuk Ke 6ูฆ - ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠูŽุชูŽุฌูŽุณูŽู‘ุณูŽ ุนูŽู„ู‰ูฐ ุงูŽุญู’ูˆูŽุงู„ู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ู…ูุทู’ู„ูŽู‚ู‹ุง ุŒ ููŽุฑูุจูŽู‘ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ููู‰ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู‡ูŽู„ุงูŽูƒูู‡ู ูƒูŽู…ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ู„ููƒูŽุซููŠู’ุฑู ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูุญู’ุณูู†ูŽ ุจูู‡ู ุงู„ุธูŽู‘ู†ูŽู‘ ููู‰ู’ ูƒูู„ูู‘ ุญูŽุงู„ู Jangan membicarakan tentang keadaan pribadi Guru Mursyid secara muthlaq, Kadang-kadang menjadi celakanya murid seperti yang terjadi pada kebanyakan murid, Sebaiknya selalu berbaik sangka kepada Guru Mursyid didalam segala Ke 7ูง - ุงูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ููŽุธูŽ ุดูŽูŠู’ุฎูŽู‡ู ููู‰ู’ ุบูŽูŠู’ุจูŽุชูู‡ู ูƒูŽุญูุธู’ููู‡ู ููู‰ู’ ุญูุถููˆู’ุฑูู‡ู ูˆุฃูŽู†ู’ ูŠูู„ุงูŽุญูุธูŽู‡ู ูŠู‚ู„ุจู‡ ููู‰ู’ ุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุฃูู…ููˆู’ุฑู ุณูŽููŽุฑู‹ุง ูˆูŽุญูŽุถูุฑู‹ุง ู„ููŠูŽุญููˆู’ุฒูŽ ุจูŽุฑูŽูƒูŽุชูŽู‡ู Selalu menjaga Adab kepada Guru Mursyid sekalipun tidak di hadapannya, sebagaimana ketika di Ke 8ูจ - ุงูŽู†ู’ ูŠูŽุฑูŽู‰ ูƒูู„ูŽู‘ ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉู ุญูŽุตูŽู„ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุฎูุฑูŽุฉู ุจูุจูŽุฑูŽูƒูŽุชูู‡ู 8. Sebaiknya murid meyaqinkan bahwa segala sesuatu yang berhasil dengan baik, urusan dunia maupun akhirat semata-mata karena barokahnya Guru Ke 9ูฉ - ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽูƒู’ุชูู…ูŽ ุนูŽู„ู‰ูฐ ุดูŠู’ุฎูู‡ู ุดูŽูŠู’ุฃู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุญู’ูˆูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽูˆูŽุงุทูุฑู ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽู‚ูุนูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุฑูŽุงู…ูŽุงุชู ู…ูู…ูŽู‘ุง ูˆูŽู‡ูŽุจูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูฐ ุนูŽู„ู‰ูฐ ูŠูŽุฏูู‡ู Tidak boleh merahasiakan terhadap Guru Mursyid tentang pemberian Alloh SWT. Kedalam hatinya berupa peningkatan hati, masukan hati, kejadian-kejadian, dan Ke 10ูกู  - ุนูŽุฏูŽู…ู ุงู„ุชู‘ุทู„ุน ุฅู„ู‰ ุชุนุจูŠุฑ ุงู„ูˆู‚ุงุฆุน ูˆุงู„ู…ู†ุงู…ุงุช ูˆุงู„ู…ูƒุงุดูุงุช ูˆุงู† ุธู‡ุฑ ูู„ุง ูŠุนุชู…ุฏ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุจูŽุนู’ุฏูŽ ุนุฑุถ ุงู„ุญุงู„ ุนูŽู„ู‰ูฐ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ูŠูŽูƒููˆู’ู† ู…ูู†ู’ุชูŽุธูุฑู‹ุง ู„ูุฌูŽูˆูŽุงุจูู‡ู ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูุทูŽู„ูŽุจู ุŒ ูˆุฃูŽู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽุฉู ูุงููŠูŽุงูƒูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุจูŽุงุฏูŽุฑูŽุฉู ุจูุงู„ู’ุฌูŽูˆูŽุงุจู ููู‰ู’ ุญูŽุถู’ุฑูŽุชูู‡ู Tidak boleh mengambil sikap keputusan sendiri, impian-impian dan pengetahuan yang masuk dalam hati sekalipun artinya jelas. Dan setelah menyampaikan kepada Guru Mursyid, maka tunggulah jawaban dan petunjuk Guru Mursyid, Dan jika bertanya pada Guru Mursyid tentang suatu masalah, maka jangan tergesa-gesa minta Ke 11ูกูก - ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠููู’ุดูู‰ูŽ ู„ูุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู ุณูุฑู‹ู‘ุง ูˆูŽู„ูŽูˆู’ู†ูุดูุฑูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽู†ูŽุงุดููŠู’ุฑู Tidak boleh menyebar luaskan rahasia Guru Mursyid, sekalipun di ancam akan di Ke 12ูกูข - ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠูŽุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฌูŽ ู‚ูŽุท ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ุฑูฐุฃูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุฎูŽู‡ู ู…ูŽุงุฆูู„ุงู‹ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุชูŽู‘ุฒูŽูˆูŽู‘ุฌู ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽูŠูŽุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฎู ู‚ุท ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ุทูŽู„ูŽู‚ูŽู‡ูŽุง ุดูŠู’ุฎูู‡ู ุฃูŽูˆู’ู…ูŽุงุชูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง Tidak boleh menikah dengan orang perempuan yang diinginkan oleh Guru Mursyid akan dinikahi atau perempuan yang telah dicerai atau ditinggal wafat oleh Guru Ke 13ูกูฃ - ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠูุดููŠู’ุฑู ู‚ูŽุทูู‘ ุนูŽู„ู‰ูฐ ุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู ุจูุฑูŽุฃู’ู‰ู ุฅูุฐูŽุง ุงูุดู’ุชูŽุดูŽุงุฑูŽู‡ู ููู‰ู’ ููุนู’ู„ู ุดูŽุฆูู’ ุฃูŽูˆู’ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู ุจูŽู„ู’ ูŠูŽุฑูุฏูู‘ ุงู’ู„ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู ุงูุนู’ุชูู‚ูŽุงุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุงูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุจูุงู’ู„ุฃูู…ููˆู’ุฑู ูˆูŽุบูŽู†ูู‰ูŒ ุนูŽู†ู’ ุงูุดู’ุชูุดูŽุงุฑูŽุชูู‡ู ูˆูŽุงูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุงูุดู’ุชูุดูŽุงุฑูŽุชูู‡ู ุชูŽุญูŽุจูู‘ุจู‹ุง ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุงู„ูŽู…ู’ ุชูŽู‚ูู…ู’ ุงู„ู’ู‚ูŽุฑูŽุงุฆูู†ู ุงู„ู’ูˆูŽุถูุญูŽุฉู ุนูŽู„ู‰ูฐ ุฎูู„ูŽูู ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุฅูู„ุงูŽู‘ ููŽู„ู’ูŠูู†ู’ุตูุญูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุนูŽ ุฑูุนูŽุงูŠูŽุฉู ูƒูŽู…ูŽุงู„ู ุงู’ู„ุฃูŽุฏูŽุจู ู…ูŽุนูŽู‡ู Jika Guru Mursyid minta pendapat tentang di laksanakannya sesuatu atau tidak, sebaiknya murid tidak usah mengajukan pendapat, tetapi kembalikan kepada Guru Mursyid, dengan berkeyaqinan bahwa Guru lebih mengerti yang lebih tentang hal tersebut, dan sebenarnya Guru Mursyid tidak butuh pendapat murid itu, hanya memperlihatkan cintanya kepada murid, kecuali ada petunjuk yang jelas tidak begitu, kalau betul-betul minta pendapat, maka jawablah dengan Ke 14ูกูค - ุงูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽููŽู‚ูŽุฏูŽ ุนููŠูŽุงู„ูŽ ุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุบูŽุงุจูŽ ุจูุงู’ู„ุงูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุฎูุฏู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู…ูŽู‘ุง ูŠูู…ููŠู’ู„ู ู‚ูŽู„ู’ุจูŽ ุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู…ูุซู’ู„ู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ููู‰ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู’ู„ุงูุญู’ูˆูŽุงู†ู Ikut menjaga keluarga Guru Mursyid ketika di tinggal pergi dengan cara mengabdi dengan baik, sesungguhnya dengan cara begitu menyenangkan hati Guru Mursyid kepada murid, begitu juga terhadap keluarga teman Ke 15ูกูฅ - ุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุฌูŽุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑููŠู’ุฏู ููู‰ู’ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู ุนูŽุฌูŽุจู‹ุง ุจูุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู‡ู ูˆูŽุงู…ู’ุชูุญู’ุณูŽุงู†ู‹ุง ู„ูุญูŽุงู„ูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑูŽู‡ู ู„ูุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู ู„ููŠูŽุฏูู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูฐ ุฏูŽูˆูŽุงุฆูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ูƒุชู…ู‡ ูŠูู†ู’ุจูุชู ุงู„ุฑูู‘ูŠูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ู†ูู‘ููŽุงู‚ูŽ ููู‰ู’ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู Jika didalam hati merasa bahwa dirinya lebih baik tentang amal lahir maupun bathin 'ujub, maka segera rujuk pada Guru Mursyid agar ditunjukan obatnya. Jika disembunyikan malah menyebabkan Riya' dan Ke 16ูกูฆ - ุงูŽู†ู’ ูŠูุนูŽุธูู‘ู…ูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ุทูŽุงู‡ู ู„ูŽู‡ู ุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽูŠูุจูŽูŠูู‘ุนูู‡ู ูู„ุฃูŽุญูŽุฏู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽุนู’ุทูŽุงู‡ู ู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ุทูŽุงู‡ู ููŽุฑูุจูŽู‘ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุทูŽูˆูู‰ูŽ ู„ูŽู‡ู ูููŠู’ู‡ู ุณูุฑู‹ู‘ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุณู’ุฑูŽุงุฑู ุงู„ู’ููู‚ูŽุฑูŽุงุกู ูููŠู’ู…ูŽุง ูŠูุนููŠู’ู†ูู‡ู ููู‰ู’ ุงู„ุฏูŽู‘ุงุฑูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽูŠูู‚ูŽุฑูŽู‘ุจูู‡ู ุฅูู„ู‰ูŽ ุญูŽุถู’ุฑูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูฐ Memulyakan pemberian Guru Mursyid walaupun berupa apa saja, jangan di jual atau diberikan orang lain. Terkadang pemberian Guru Mursid itu mengandung Hikmah dan Rahasia yang boleh membantu keselamatan Dunia dan Akhirat dan mendekatkan kepada Alloh Ke 17ูกูง - ุงูŽู†ู’ ูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ูŽ ุฑูŽุฃู…ู† ู…ุงู„ู‡ ุงู„ุตูู‘ุฏู’ู‚ูŽ ููู‰ู’ ุงู„ู’ุฌูŽุฏูู‘ ููู‰ู’ ุทูŽู„ูŽุจู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ุŒ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู’ู„ู…ูุฑููŠู’ุฏูŽ ู„ูŽูˆู’ ุตูŽุญูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ูƒูŽู…ูŽุงู„ู ุงู’ู„ุฅูู†ู’ู‚ููŠูŽุงุฏู ู…ูŽุนูŽ ุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู ุฑูุจูŽู‘ู…ูŽุง ูˆูŽุตูŽู„ูŽ ุฅูู„ู‰ูŽ ุฐูŽูˆู’ู‚ูู‡ู ุญูŽู„ุงูŽูˆูŽุฉูŽ ู…ูŽุนู’ุฑูููŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ููู‰ู’ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ูˆูŽุงุญูุฏู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆูŽู„ู ุฅูุฌู’ุชูู…ูŽุงุนูู‡ู ุจูู‡ู Ketika Bai'at, betul-betul niat yang baik dan adab yang baik, sebab jika seorang murid betul-betul tunduk di hadapan Guru Mursyid, kemungkinan boleh langsung merasakan manisnya Ma'rifat Alloh Ke 18ูกูจ - ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠูŽู†ู’ู‚ูุตูŽ ุฅูุนู’ุชูู‚ูŽุงุฏูู‡ู ููู‰ู’ ุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุขู‡ู ู†ูŽู‚ูŽุตูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูŽู‚ูŽุงู…ูู‡ู ุจููƒูŽุซู’ุฑูŽุฉู ู†ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ููู‰ู’ ุงู’ู„ุฅูุณู’ุญูŽุงุฑู ุฃูŽูˆู’ู‚ูู„ู‘ุฉู ูˆูŽุฑูŽุนูู‡ู ุฃูŽูˆู’ุบูŽูŠู’ุฑู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุŒ ููŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุงุฌูุจู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฏูŽูˆูู‘ู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑููŠู’ุฏู ุนูŽู„ู‰ูฐ ุฅูุนู’ุชูู‚ูŽุงุฏูู‡ู ููู‰ู’ ุดูŠู’ุฎูู‡ู Jika Guru Mursyid melakukan lelahan perbuatan ganjil tidak boleh berkurang keyaqinan keta'atannya. Kewajiban murid, harus berkeyakinan baik terhadap Guru Ke 19ูกูฉ - ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠููƒู’ุซูุฑูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู„ุงูŽู…ูŽ ููู‰ู’ ุญูŽุถู’ุฑูŽุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ุจูŽุงุณูŽุทูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ูƒูŽู„ุงูŽู…ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ุฑูููŽ ุฃูŽูˆู’ู‚ูŽุงุชูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู„ุงูŽู…ู ู…ูŽุนูŽู‡ู ุŒ ููŽู„ุงูŽูŠููƒูŽู„ูู‘ู…ูู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ููู‰ู’ ุงู„ู’ุจูŽุณู’ุทู ุจูุงู’ู„ุฃูŽุฏูŽุจู ูˆูŽุงู’ู„ุฎูุดููˆู’ุนู ูˆูŽุงู’ู„ุฎูุถููˆู’ุนู ุจูู‚ูŽุฏู’ุฑู ู…ูŽุฑู’ุชูŽุจูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฏูŽุฑูŽุฌูŽุชูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฅูู„ุงูŽู‘ุญูุฑูู‘ู…ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ููุชููˆู’ุญู ูˆูŽู…ูŽุงุญูุฑูู‘ู…ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ู„ุงูŽูŠูŽุนููˆู’ุฏู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูŽุฑูŽู‘ุฉู‹ ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุฅูู„ุงูŽู‘ ู†ูŽุงุฏูุฑู‹ุง Tidak memperbanyak perkataan dihadapan Guru Mursyid, sekalipun ada kesempatan panjang untuk berbicara. Hendaknya mengetahui waktu dan melaksanakan adab yang baik, khusyu' dan khudlu' menurut derajat dan tingkatan murid. Jika murid melanggar adab berbicara di hadapan Guru Mursyidnya akan tertutup hatinya. Biasanya tidak boleh kembali terbuka kecuali Ke 20ูขู  - ุบูŽุถูู‘ ุงู„ุตูŽู‘ูˆู’ุชู ููู‰ู’ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ูู„ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽูู’ุนูŽ ุงู„ุตูŽู‘ูˆู’ุชู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู’ู„ุฃูŽูƒูŽุงุจูุฑู ุณูุคู ุฃูŽุฏูŽุจูMerendahkan nada suara di hadapan Guru Mursyid. Sebab mengeraskan suara dihadapan Ulama' besar termasuk Etika/Adab Ke 21ูขูก - ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠูŽุฌู’ู„ูุณูŽ ู…ูุชูŽุฑูŽุจูู‘ุนู‹ุง ูˆูŽู„ุงูŽุนูŽู„ู‰ูฐ ุณูŽุฌูŽุฏูŽุฉู ุฃูŽู…ูŽุงู…ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ุจูŽู„ู’ ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบูู‰ ู„ูŽู‡ู ููู‰ู’ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณูู‡ู ุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽุงุถูุนู ูˆูŽุงู„ุชูŽู‘ุตูŽุงุบูุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูุดู’ุชูุบูŽุงู„ู ุจูุงู„ู’ุฎูุฏู’ู…ูŽุฉู Jangan berlagak mulya duduk di hadapan Guru Mursyid, tetapi merendah diri dan selalu siap untuk Ke 22ูขูข - ุงูŽู†ู’ ูŠูุจูŽุงุฏูุฑูŽ ุจูุฅูุชู’ูŠูŽุงู†ู ู…ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ู ุจูู‡ู ุจูู„ุงูŽ ุชูŽูˆูŽู‚ูู‘ูู ูˆูŽู„ุงูŽุฅูู‡ู’ู…ูŽุงู„ู ู…ูู†ู’ ุฅูุณู’ุชูุฑูŽุงุญูŽุฉู ูˆูŽู„ุงูŽุณููƒููˆู’ู†ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุชูŽู…ูŽุงู…ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู’ู„ุฃูŽู…ู’ุฑู Bergegas-gegas mendatangi dan melaksanakan perintah Guru Mursyid, tanpa menunda-nunda dan berhenti dengan istirahat atau diam sebelum selesai Ke 23ูขูฃ - ุงูŽู„ู’ููุฑูŽุงุฑู ู…ูู†ู’ ู…ูŽูƒูŽุงุฑูู‡ู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ูˆูŽูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉู ู…ูŽุงูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ุทูŽุจู’ุนู‹ุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽู…ู ุฅูุฑู’ุชููƒูŽุงุจูู‡ูŽุง Menjauhi segala sesuatu yang tidak di senangi Guru Mursyid dan tidak Ke 24ูขูค - ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠูุฌูŽุงู„ูุณูŽ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ุดูŽูŠู’ุฎูู‡ู ูˆูŽูŠูุญูุจูู‘ ู…ูŽู†ู’ ูŠูุญูุจูู‘ู‡ู Tidak boleh mendatangi dan mencari ilmu pada orang yang tidak di senangi oleh Guru Mursyid dan senang pada orang yang di senangi oleh Guru Ke 25ูขูฅ - ุงูŽู†ู’ ูŠูŽุตู’ุจูุฑูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽูฐ ุฌูŽูู’ูˆูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฅูุนู’ุฑูŽุงุถูู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ู„ูู…ูŽ ููŽุนูŽู„ูŽ ู„ูููู„ุงูŽู†ู ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู’ ู„ูู‰ู’ ูƒูŽุฐูŽุง Hendaknya sabar jika mengerti tidak di senangi Guru Mursyid dan jangan sampai berkata "mengapa kalau dengan orang lain begitu, kalau dengan saya tidak begini".Adab Ke 26ูขูฆ - ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠูŽุฌู’ู„ูุณูŽ ููู‰ู’ ุงู„ู’ู…ูŽูƒูŽุงู†ู ุงู„ู’ู…ูุนูŽุฏูู‘ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽูŠูู„ูุญูู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ููู‰ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑู Jangan duduk di tempat yang di sediakan untuk tempat duduk Guru Mursyid, dan jangan memaksa untuk secepatnya di Ke 27ูขูง - ู„ุงูŽูŠูุณูŽุงููุฑู ูˆูŽู„ุงูŽูŠูŽุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฌู ูˆูŽู„ุงูŽูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ููุนู’ู„ุงู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฃูู…ููˆู’ุฑู ุงู’ู„ู…ูู‡ูู…ูŽุฉู ุฅูู„ุงูŽู‘ุจูุฅูุฐู’ู†ูู‡ู Jangan bepergian, jangan menikah, dan jangan mengerjakan sesuatu yang penting kecuali semua itu mendapat izinnya Guru Ke 28ูขูจ - ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽูŠูู†ู’ู‚ูู„ูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูŽู„ุงูŽู…ู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูู ุฅูŽูู„ุงูŽู‘ุจูู‚ูŽุฏูŽุฑู ุงูŽูู’ู‡ูŽุงู…ูู‡ูู…ู ูˆูŽุนูู‚ููˆู’ู„ูู‡ูู…ู’ Jangan menceritakan perkataan dan wejangan Guru Mursyid kepada orang lain kecuali di sampaikan dengan cara yang boleh di fahami menurut akal Peringatan Ada kalanya Guru Mursyid memberi kebebasan pada murid, jika sudah kelihatan tanda kesungguhan murid. Guru Mursyid memberi ujian-ujian semakin berat, kadang kelihatan tidak memperhatikan, itu semua agar Nafsunya murid menjadi kalah dan boleha tenggelam kedalam Maqom Fana' Hanya Cinta Kepada Alloh SWT. Sumber dari Haris HarisTHORIQAT NAQSYABANDIYAH About roslanTv Tarekat Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis. Adab murid terhadap guru โ€“ Tentunya setiap orang yang menuntut ilmu, seharusnya sebelom menuntut ilmu wajib belajar ilmu adab dulu. Karna orang yang mempunyai adab, sudah pasti mempunyai tersebut dijelaskan oleh, Syaih Abdul Qodir Al-Jailani Apabila kita ingin mencari makhluk yang alim, maka Iblis lebih alim dari manusia. Tetapi Iblis dikeluarkan dari surga, karna tidak mempunyai adab kepada nabi Adam seharusnya, wajib bagi setiap penuntut ilmu untuk menghiasi dirinya dengan akhlak, dan adab yang mulia. Selain kita dianjurkan menuntut ilmu, kita wajib menghormati orang yang mengajari ilmu yaitu saya bahas dengan singkat dan jelas, bagaimana tata cara adab murid terhadap guru yang benar menurut para Adab Murid Terhadap Muridsumber Ulama adalah satu satu pewaris nabi yang masih ada di zaman ini. Oleh karna itu, kita harus belajar adab-adab murid terhadap guru agar bisa patuh kepadanya. Karna guru adalah aspek yang besar dalam mengajarkan ilmu kepada telah disampaikan dari Rasulullah dalam haditsnya ุงู† ุงู„ุงู†ุจูŠุงุก ู„ู… ูŠูˆุฑุซูˆุง ุฏูŠู†ุงุฑุง ูˆู„ุง ุฏุฑู‡ู…ุง ูˆุงู†ู…ุง ูˆุฑุซูˆุง ุงู„ุนู„ู…โ€œSesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mewariskan ilmuโ€Adab Murid di dalam KelasKetika pelajaran sudah dimulai maka kita harus konsentrasi dalam mendengarkan apa yang telah guru sampaikan. Agar ilmu yang kita dapatkan menjadi ilmu yang Hatim Al-Asham berkata โ€œjanganlah kamu melihat siapa orang yang berbicara, akan tetapi lihatlah kepada apa yang ia bicarakanโ€Keterangan ini disambil dari Al-Manhaj As-SawiyOleh sebab itu, kita wajib mendengarkan apa yang telah guru sampaikan selama kita berada di pondok pesantren. Karna 70% ilmu bisa diperoleh dengan sebab ikatan yang kuat antara murid dan Murid Ketika BerbicaraPara ulama sudah menjelaskan tentang adab bertanya kepada guru, karna bertanya juga memilki adab di dalam agama bertanya, maka harus disampaikan dengan cara yang penuh kelembutan, jelas, singkat dan tenang. Agar guru menjawabnya dengan penuh kasih Bakr Abu Zaid berkata โ€Pakailah cara yang baik dalam bertanya kepada guru, gunakan adab saat kamu berbicara dengan-Nyaโ€Keterangan tersebut diambil dalam Kitab, Hilyah Tolibil IlmiImam Abu Hanifah berkomentar Jika beliau duduk dihadapan Imam Malik, beliau layaknya seorang anak yang duduk di depan Duduk dihadapan GuruDuduklah dengan tenang dihadapan guru, jangan bersandar, dan membentangkan kaki. Karna ini merupakan ajaran dari para salaf kita. Yang telah menjadi suri tauladan bagi setiap Syafiโ€™i berkata โ€œAku membuka lembaran kitab dihadapan Imam Malik, dengan sangat pelan karena memuliakannya. Agar beliau tidak mendengar suara jatuhnya lembaran ituโ€Keterangan ini diambil dari kitab Al- Manhaj As-Sawiy.Karna dulu para sahabat ketika duduk bersama Rasulullah. Tidak ada seorangpun yang berbicara, apalagi bercanda yang tidak ada gunanya. Hanya ingin mendapatkan barokah Adab Terhadap Gurusumber guru adalah salah satu kewajiban kita sebagai murid. Karna guru termasuk aspek yang paling besar dalam kehidupan kita. Dengan adanya seorang guru, kita bisa mengetahui siapa tuhan para pepatah berkata ู„ูˆ ู„ุง ู…ุฑุจูŠ ู…ุง ุนุฑูุช ุฑุจูŠโ€œSeandainya kalau bukan karna guruku, maka aku tidak pernah tahu siapa tuhankuโ€Karna guru mengajarkan kita, tentang bagaimana cara mendekatkan diri kepada seorang murid mempuyai akhlak yang kurang baik kepada gurunya. Maka akan mendapatkan dampak negatif terhadapnya, contoh Hilangnya keberkahan GuruSeorang guru mempunyai hak-hak dalam mengajar muridnya. Maka dengan itu kita hormati hak guru para ulama salaf telah memberikan contoh kepada kita semua, agar supaya senantiasa menghormati Abu Zakariya Al-Anbani berkata โ€œIlmu tanpa adab seperti jasad tanpa ruh, dan adab tanpa ilmu pohon yang tidak berbuahโ€Ini adalah ajaran para ulama salaf kita. Yang telah memberikan contoh, cara menghormati terhadap Prilaku dan AkhlaknyaSuatu kewajiban bagi kita, untuk mengambil ilmu serta meniru akhlak yang baik seorang guru. Namun akhlak buruknya jangan sampai dijadikan tujuan seorang penuntut ilmu, hanya ingin mengambil ilmu dari seorang guru, kemudian meniru ulama berkata โ€œJadikanlah gurumu sebagai contoh untukmu dalam berakhlak yang mulia, apabila gurumu itu sangat baik akhlaknyaโ€Berprasangka Baik KepadanyaKita harus mempunyai prasangka yang baik kepada guru kita. Memuji akhlaknya yang penuh keangungan, mengikuti arahannya. Agar senantiasa mendapatkan keberkahan sumber hukum Islam mengajarkan kepada kita bahwa guru adalah salah satu orang berilmu yang benar-benar harus dihormati. Sebab dari guru, kita mendapatkan ilmu yang tak para sahabat, rela melakukan perjalanan yang jauh hanya untuk mendapatkan satu hadits saja. Yang disampaikan oleh gurunya di majelis adalah adab-adab murid terhadap guru yang perlu di terapkan ketika menuntut ilmu Merendahkan Diri di Hadapan Gurusumber seorang santri harus membersihkan dirinya dari sifat-sifat tercela, seperti Sombong, dengki, dan berdusta. Baik itu berada dihadapan orang lain, lebih-lebih berada dihadapan orang yang sombong, biasanya sulit menerima nasehat dari seorang guru. Oleh sebab itu merendah dirilah dihadapan guru, agar ilmu yang kita dapatkan menjadi di dalam kitab tadzkirah samiโ€™ hal. 88.โ€œHendaklah seorang murid mengetahui bahwa tunduknya kepada guru adalah kebanggaan, sedangkan rendah dirinya adalah kemuliaanโ€Sebagian ulama berkata Bahwa 70% ilmu itu bisa didapatkan, dengan adanya sebuah ikatan yang kuat, antara murid dan Terhadap Kesalahan Gurusumber guru pasti mempunyai karakter yang berbeda-beda. Ada yang keras, adapula yang mempunyai sifat yang lemah lembut. Maka sudah seharusnya kita bersabar, dan jangan pernah berpaling guru juga manusia biasa, yang pantas pada dirinya adalah sebuah kesalahan dan dosa. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh para pepatah; โ€œManusia adalah tempat lupa dan keliruโ€.Imam Syafiโ€™i berkata โ€œGagalnya seorang murid mendapatkan ilmu, karna memusuhi penghuninyaโ€Hendaknya terus bersabar dengan sikap keras dan akhlak buruk seorang guru. Banyaklah besyukur atas ilmu dan arahan yang telah didapatkan. semoga dengan adanya kesabaran, kita bisa mendapatkan ilmu yang Kebaikan untuk Gurusumber satu hal yang dapat kita lakukan untuk membalas jasa-jasa guru kita adalah, mendoโ€™akan yang terbaik kepadanya. Karna kebaikan hanya bisa dibalas dengan kebaikan salaf berkata โ€œTidaklah saya mengerjakan sholat kecuali saya mendoโ€™akan guru-gurukuโ€Jika bukan karna ilmu yang guru sampaikan kepada kita. Munkin sampai saat ini, kita dalam keadaan dengan itu tuntutlah ilmu dari sejak kita usia dini, sampai kita masuk ke liang kubur. Karna kewajiban seorang islam menuntut ilmu tidak akan berhenti sampai kita pahamilah bagaimana tata cara adab yang benar terhadap guru. Agar ilmu yang kita dapatkan menjadi ilmu yang bermanfaat baik untuk agama dan sebaik-baiknya raja, adalah raja yang bersandar pada pendapatnya para ulama, dalam mengambil sebuah artikel yang saya tulis kali ini, bisa memberikan manfaat kepada siapapun yang kepada para penuntut ilmu, yang masih belom mengetahui tata cara adab yang benar kepada seorang guru. Semoga artikel ini menjadi tambahan wawasan kepadanyaTerahir dari saya, barang kali ada pertanyaan yang ingin diajukan. Tentang adab murid terhadap guru dan sejenisnya. Bisa kirimkan melalui from komentar yang telah tersedia di bagian bawah situs ini. Juga diharapkan, kritik dan sarannya, bagi semua teman-teman membacanya.

adab murid terhadap guru mursyid